Tanaman Penghasil Minyak Atsiri

Tanaman Penghasil Minyak Atsiri. Minyak atsiri adalah minyak eteris (essensial), atau lebih dikenal dengan minyak terbang yang dihasilkan dari tanaman hasil destilasi. Minyak atsiri bisa diambil dari buah, bunga, ranting, dahan, bahkan akar-akaran. Tidak semua tanaman menghasilkan minyak atsiri, hanya beberapa tanaman saja yang mampu menghasilkan minyak atsiri.

Sebagaimana diketahui minyak atsiri atau dikenal juga minyak  essensial atau volatile adalah minyak yang sangat bermanfaat yang dapat dijadikan berbagai keperluan seperti untuk kesehatan, kecantikan, wangi-wangian atau parfum, bahkan dapat pula dijadikan sebagai pengusir hama.

Minyak atsiri diambil dari tanaman alam Indonesia cukup banyak, hampir 40 tanaman penghasil minyak atsiri di Indonesia, dari 200 tanaman penghasil minyak atsiri di dunia. Adapaun penggunaan minyak atsiri di Indonesia lazimnya dapat dimanfaatkan dengan cara diminum seperti produk jamu, atau bumbu-bumbuan, dioles sebagai alat lulur atau pijat, inhalasi atau aroma, eperti wewangian dan aromaterapi, dan dapat juga memanfaatkan minyak atsiri dijadikan sebagai pestisida untuk mengusir hama. Berikut tanaman penghasil minyak atsiri yang lazim digunakan di Indonesia.


Tanaman Penghasil Minyak Atsiri




Akar Wangi
Akar wangi (Vetiveria zizaniodes) adalah tumbuhan yang potensial penghasil minyak atsiri, tanaman dari keluarga rumput-rumputan (Graminae) ini sangatlah terkenal.  Diperdagangan Internasional minyak atsiri dari akar wangi dikenal dengan nama "java vetiver oil" yang mempunyai aroma yang sangat lembut dan khas. Aroma yang halus nan lembut tersebut berasal dari kandungan asam vetivenat, senyawa vetiverone serta vetivenol.


Serai wangi
Serai wangi (Cymbopogon nardus) merupakan penghasil minyak atsiri yang cukup baik. Terbukti banyak industri memanfaatkan produksi minyak atsiri dari serai wangi untuk kebutuhan shampo, sabun, pasta gigi, bahkan lotion anti nyamuk. Di perdagangan international hasil minyak atsiri Indonesia yang diambil dari serai wangi dinamai "java citronella oil" yang mempunyai 85% kadar geraniol dan tidak mengandung zat asing. Kandungan sitronelol dan geraniol merupakan bahan yang tidak disukai serangga.

Pala
Pala atau nama latinnya Myristica fragrans Houtt merupakan tanaman asli Indonesia yang termasuk famili Myristicaceae. Saat ini Indonesia masih produsen terbesar di dunia untuk tanaman penghasil pala, begitupun dengan minyak atsirinya. Minyak atsiri dari pala dapat digunakan untuk obat-obatan, farfum, bahkan dijadikan sebagai aroma terapi untuk meningkatkan nafsu makan.



Cengkih
Cengkih menurut sejarah berasal dari Kepulauan Maluku. Tanaman yang bernama latin Syzgium aromaticum ini banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan produksi rokok. Sebetulnya Indonesia adalah penghasil cengkih terbesar di Asia dan pemasok cengkih kebutuhan luar negeri. Namun sejalan dengan kebutuhan konsumen rokok di Indonesia, maka Indonesia menjadi pengimpor cengkih terbesar di dunia. Hasil minyak atsiri dari cengkih adalah aroma yang paling disukai dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan industri farmasi, kosmetika, dan kebutuhan pertanian.




Kayu putih
Kayu putih merupakan tanaman dari keluarga Myrtaceae yang di Indonesia sudah sangat familiar dengan julukan minyak kayu putihnya. Aroma minyak kayu putih tentu sangat khas dan familiar, khususnya sebagai penghangat tubuh, obat gosok, dan pengusir serangga. Bahan yang paling  dominan dalam kayu putih adalah sineol, bahan inilah yang menjadikan minyak kayu putih hangat dan wangi.

Teh Pohon
Teh (Melaleuca alternifolia Linn) biasa disebut tea tree atau teh pohon. Berdasarkan keterangan, penduduk asli australia yakni aborigin sudah sejak lama memanfaatkan kandungannya dengan cara membuat minuman yang diaduk terlebih dahulu dengan daun teh. Minyak atsiri dari teh mempunyai khasiat untuk tonik yang dapat memberikan kesegaran dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kandungan minyaknya dapat dimanfaatkan pula untuk pengobatan, pembedahan, obat kumur, juga parfum. Selain antibakteri, minyak teh juga merupakan antiseptik dan anti jamur.

Jahe
Jahe (Zingeber officinale Rosc) adalah tanaman yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Untuk kepentingan pengolahan minyak atsiri jahe merah adalah yang paling banyak digunakan karena jahe merah lebih banyak mengandung minyak atsirinya ketimbang yang lain. Rimpang jahe putih banyak dibutuhkan oleh industri makanan seperrti permen dan sirup. Adapaun kandungan jahe silahkan baca manfaat jahe untuk kesehatan.



Kayu manis
Kayu manis (Cinnamomum spp) dapat dimbil minyak atsirinya dari dahan dan kulit batangnya. Terdapat lebih dari 54 empat jenis kayu manis, adapun di Indonesia jenis kayu manis yang dikembangkan adalah jenis C burmanni BL yang lebih dikenal dengan nama cassia vera. Baca khasiat kayu manis

Daun wangi
Daun wangi atau Melaleuca bracteata merupakan famili Myrtaceae. Daun wangi dengan minyak atsirinya mempunyai khasiat yang unik sebagaimana kandungan minyak atsiri yang lainnya. Minyak atsiri daun wangi mengandung eugenol yang bermanfaat dijadikan pestisida nabati untuk menghilangkan hama pada buah.

Selasih
Selasih (Ocimum spp) termasuk kedalam genus ocimum digunakan sebagai obat tradisional karena kandungan minyak atsirinya yang baik. Konon selasih merupakan tumbuhan kerajaan diFrancis dan mesir, juga simbol cinta di Italia. Selain itu selasihpun dapat dijadikan pewangi, kebutuhan kosmetik, acara ritual, bahkan dijadikan untuk memandikan zenajah. Manfaat lain dari selasih adalah, tanaman ini mampu menyerap ion-ion negatif dan polusi kotor sehingga sangat pantas disimpan di daerah industri.

Disqus Comments