7 Faktor Risiko Penyakit Jantung

7 Faktor Risiko Penyakit Jantung. Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang menyumbangkan risiko kematian cukup besar di Indonesia. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian mendadak dan dapat menimpa seluruh masyarakat mulai dari kelompok usia anak-anak hingga usia tua. Pada usia tua, faktor risiko terserang penyakit jantung relatif lebih besar dibanding kelompok usia anak-anak maupun remaja. Berikut gejala dan hal yang menyebabkan seseorang mengidap penyakit jantung. Baca juga

5 Ramuan Tradisional untuk Penyakit Jantung Rematik


7 Faktor Risiko Penyakit Jantung


1. Usia dan Jenis kelamin
Meningkatnya umur seseorang akan semakin tinggi kemungkinan terjadinya penyakit jantung. Peningkatan umur berkaitan dengan penambahan waktu yang digunakan untuk proses pengendapan lemak pada dinding pembuluh nadi. Disamping itu, proses kerapuhan dinding pembuluh tersebut semakin panjang sehingga semakin tua seseorang semakin besar kemungkinan terserang penyakit jantung.

2. Genetik
Kalau seseorang memiliki anggota keluarga sekandung berpenyakit jantung atau meninggal mendadak sebelum umur 50 tahun, maka orang tersebut dianggap memiliki faktor risiko akan terserang penyakit jantung. Ini dapat dianggap unsur genetika seseorang berperan pada proses terjadinya serangan penyakit tersebut.

3. Kebiasaan Merokok
Kebiasaan merokok oleh beberapa kelompok masyarakat dipercaya dapat menambah faktor penyebab terjadinya serangan jantung. Dari beberapa data diperoleh informasi bahwa sebagian besar penderita serangan jantung barlatar belakang sebagai perokok.

4. Kegemukan (obesitas)
Kelebihan berat umumnya terjadi karena adanya timbunan lemak. Itulah sebabnya orang yang gemuk akan lebih besar kemungkinannya mengalami serangan jantung dibanding seseorang yang berbobot normal. Walaupun belum menjadi faktor utama penyakit jantung, kegemukan ini pun dapat mempengaruhi keberadaan faktor risiko lainnya seperti hipertensi. Kegemukan yang menggambarkan faktor risiko terhadap penyakit jantung adalah gemuk yang terpusat didaerah perut (perut buncit).

5. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
Hipertensi merupakan faktor risiko penting seseorang dapat terserang penyakit jantung ataupun stroke yang berakibat pada kelumpuhan. Hipertensi cenderung ada bersama-sama faktor risiko lain. Keberadaan hipertensi ini dapat meningkatkan risiko berpenyakit jantung sebesar enam kali dibanding yang tidak menderita hipertensi. Bahkan kemungkinan serangan jantung akan semakin meningkat kalau bersama-sama dengan kelebihan kolesterol dan merokok.

6. Kencing Manis
Dari beberapa penelitian dilaporkan bahwa pada penderita kencing manis terjadi percepatan proses arteroklerosis. Sebanyak 75-80% kematian penderita kencing manis disebabkan oleh komplikasi makroangiopati, terutama dengan jantung.

7. Kandungan Kolesterol
Penimbunan atau pengendapan kolesterol pada dinding pembuluh darah berjalan terus menerus dan secara alami. Proses penimbunan tersebut terjadi akibat penyusupan lemak yang terlarut dalam darah kedalam dinding pembuluh darah dan atau terjadinya kerusakan dinding dalam pembuluh darah sehingga terjadi arterosklerosis di daerah tersebut. Proses tersebut terus berjalan tanpa menimbulkan gejala hingga terjadi penyempitan yang cukup nyata. Penyempitan ini dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah total sehingga menyebabkan kerusakan atau kematian jaringan dari organ yang terhenti aliran darahnya.

Disqus Comments