Khasiat Buah, Bunga, Daun, Akar Kacapiring

Khasiat Buah, Bunga, Daun, Akar Kacapiring. Nama kacapiring bukan berarti kaca dan piring atau piring dari kaca, Kaca piring disini adalah tanaman hias yang beraroma harum semerbak, sering dijadikan pengharum ruangan, berjenis perdu atau kopi-kopian dapat tumbuh di sembarang tempat, bahkan sangat mudah menanamnya. Kalau Anda tinggal di daerah Bali terutama Denpasar, kacapiring sudah tentu merupakan tanaman yang sangat lazim dijumpai, karena bunga dari tanaman ini merupakan maskot dari kota ini. Orang bali menamakannya jempiring.

Tanaman kaca piring mempunyai nama ilmiah Gardenia augusta Merr dari suku Rubiaceae. Nama ilmiah lain adalah G. grandiflora Sleb. G. jasminoides Ellis, G. pictorum Hassk, Varneria auguita L. Kacapiring adalah nama daerah di suku Sunda, sedangkan ceplok piring, cepiring (jawa) meulu bruek, raja putih (Aceh), sangklapa (Maluku), dan Jempiring (Bali).

Asal Tumbuhan Kacapiring menurut bapak Google, adalah dari China dan Jepang, bunganya mirip sekali dengan bunga melati sehingga kacapiring disebut juga Gardenia jasminoides, tapi tak ada hubungan marga sama sekali dengan melati (Jasmin sambac). Perbedaan jelas terletak pada tangkai dan daunnya. Sebagian warga Cina sering menggunakan bunga kacapiring sebagai penambah rasa nikmat untuk minuman teh mereka, adapun buahnya, selain bisa dikonsumsi secara langsung, dapat pula dijadikan bahan pewarna (kuning) alami untuk makanan.


Kandungan Kacapiring

Buah kacapiring menurut Setiawan dalimarta mengandung unsur minyak asiri, klorogenin, krosin, krosetin, nonacosane, a-mannitol, b-sitesterol, glikosod, scandoside methyl ester, gardoside, gentiobioside, geniposid, genipin, gardenin, gerdenosid, tanin, dan dekstrose. Sedangkan daun kacapiring mengandung polifenol, flavonoid, saponin, dan minyak asiri.


Khasiat Kacapiring

Bagian yang digunakan untuk obat adalah daun dan buahnya yang masak, untuk menghilangkan racun, penyejuk darah, pembersih panas, dan penghilang lembap. Akar dan bunganyapun dapat digunakan sebagai obat alami untuk menghilangkan penyakit seperti peluruh haid. Sebelum dikeringkan untuk disimpan sebagai obat, kukus terlebih dahulu buah yang masak. Jika daun keringkan terlebih dahulu.

Dengan kayanya zat positif yang terkandung dalam kacapiring, maka buah, bunga, akar, dan daun kaca piring dapat mengatasi beberapa penyakit seperti :

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Mata nyeri dan bengkak (konjuntivitis)
  • Disentri
  • Sariawan, sakit gigi, sakit tenggorokan.
  • Susah tidur (insomnia)
  • Kencing darah (hematursia)
  • Sakit kencing (disuria)
  • Batuk darah, berak darah (hemoptisis)
  • Radang payudara (masitis)
  • Air kencing sedikit ( (oliguria), 
  • kurang nafsu makan
  • Radang hati (hepatitis
  • Demam
  • dll.

Contoh pemakaian

Batuk
Tiga kuntum bunga kacapiring direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa setengahnya, tambahkan madu sperlunya. Saring dan minum 3 kali masing-masing setengah gelas

Demam
Cuci dan rebus 30 g daun kacapiring bersama gula aren dengan 2 gelas air sampai tersisa separuhnya. Saring dan minum pagi sore 1/2 gelas.

Kurang Nafsu Makan
Giling halus 5-10 lembar daun kacapiring segar, seduh lalu aduk dengan segelas air. Tambahkan madu dan minum sekaligus.

Mata bengkak (konjungtivitis)
Cuci bersih 9 g buah kacapiring bersama 3 g akar manis dan 9 g bunga krisan, semua bahan dipotong kecil dan rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa satu gelas saja. Saring dan minum pagi sore setengah gelas.

Sariawan
Seduh beberapa lembar daun kacapiring dengan air panas sampai dingin, lalu jadikan air seduhan tersebut dipakai untuk berkumur-kumur.

Itulah beberapa kegunaan dari tanaman hias berkhasiat yang ada dilingkungan kita dan dapat Anda manfaatkan khasiatnya sebagai obat. Terima kasih.

Disqus Comments