15 Tanaman Obat untuk Mengatasi Diabetes Melitus

15 Tanaman Obat untuk Mengatasi Diabetes Melitus. Diabetes melitus (DM) disebut juga kencing manis merupakan penyakit kelainan metabolisme karbohidrat yang disebabkan kelenjar pankreas tidak mampu menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup. Insulin adalah hormon yang dibentuk dalam kelenjar pankreas yang berfungsi mengendalikan kadar gula dalam darah.

Secara umum diabetes atau kencing manis dapat diatasi dengan obat antidiabetes yang secara medis disebut Obat Hipoglikemia Oral (OHO) biasanya berbentuk kapsul yang bisa ditelan. Pengobatan non medis seperti terapi herbal awalnya kebanyakan orang tak mempercayainya, Namun secara berangsur-angsur masyarakat mulai memahami pengobatan alternatif ini, dan dinilai mempunyai efek samping sedikit, murah, dan mudah didapat. Terapi herbal dapat dilakukan dalam pengobatan maupun pencegahan terhadap penyakit.

Hal yang paling penting dalam terapi herbal, dalam pembuatannya harus direncanakan oleh dokter atau terapis bersama si pasien, dimana jika terjadi ketidak cocokan dapat segera diantisipasi. Hal ini penting, dimana persentasi kesembuhan penderita diabetes selalu berkonsultasi dengan terafisnya. Dalam banyak kasus didalam terapi herbal, pemakaian yang telah dikonsumsi dari medis berupa OHO, tidak ditinggalkan secara langsung, tetapi dikombinasikan terlebih dahulu agar tubuh dapat beradaptasi. Pengombinasian ini sangat efektif menolong penderita yang cukup lama tergantung dengan obat.


15 Tanaman Obat untuk Mengatasi Diabetes Melitus





Menggunakan terapi herbal dengan tanaman berkhasiat jenisnya sangatlah banyak, kita bisa berkonsultasi dengan dokter tanaman mana yang sekiranya cocok untuk penderita. 15 Tanaman obat diabetes melitus diantaranya :

1. Mimba (Azadirachta Indica Juss)
Mengandung asam asetiloksifuranil dekahidrotetrametil-oksosiklopen-tanatolpuran asetat-keton, minyak gliserida, azadurachtin, dan nimbol. Rasanya pahit daging buahnya manis. antidiabetis, antipiretik, antidiare, bersifat netral, dan merangsang kelenjar tubuh.

bagian yang digunakan adalah daun, biji, kayu dan kulit kayu. Di olah dengan cara direbus dan airnya diminum.

2. Sambiloto 
Seluruh tanaman herbal ini Mengandung lakton dan flavanoid. Lakton banyak tedapat di cabang dan daun, sedangkan flavonoid banyak terdapat di akar. Sambiloto memiliki efek farmakologis antibengkak, antiradang, antiracun,  serta penurun demam. Herba ini juga mampu mnibgkatkan kelenjar tubuh serta meningkatkan kekebalan.

Seluruh bagian tanaman sambiloto dapat digunakan untuk mengobati diabetes melitus.

3. Brotowali (tinospora crispa L)
Brotowali mengandung pati, damar lunak, alkaloid, glikosida pikroretosid, berberin, harsa, zat pahit pikroretin, kokulin, kolumbin, dan tinokrisposid. rasnaya pahit tapi menyejukan, bersifat analgetik, antipiretik, sedatif, melancarkan cairan limpa, dan meningkatkan sekresi salifa.

Bagian yang digunakan adalah batang terutama kulitnya.

4. Mahoni (Swietenia mahagoni Jacq)
Pohon mahoni mengandung saponin dan flavonoid. Rasanya pahit dapt digunakan sebagai antidiabetikum, mengatasi tekanan darah tinggi, meningkatkan nafsu makan, dan dapat dijadikan obat eksim.

Bagian yang digunakan adalah bijinya.

5. Alpukat (persea americana Mill)
Buah dan daun alpukat mengandung flavonoid, saponin dan alkaloid. Daunnyapun mengandung quersetin, polifenol, dan gula alkohol persiit. Buahnya juga mengandung tanin. Efek farmakologis simplisia alpukat adalah pahit dan kelat, dapat meluruhkan kencing, bijinya berfunghsi sebagai antiradang, dan penghilang rasa sakit. Daunnya dapat berfungsi sebagai antibakteri yang sangat ampuh.

Bagian yang digunakan untuk terapi diabetes adalah daging buah, daun dan biji.

6. Ciplukan
Mengandung asam klorogenik, fisalin, asam sitrun, asam malat, tanin, alkoloid, vitamin C serta gula. Mempunyai efek analgetik, penetral racun, peluruh kencing, pereda batuk, mengaktifkan fungsi kelenjar.

Bagian yang digunakan adalah akar, daun, batang dan buah.

7. Daun Sendok (Plantago mayor)
Mengandung plantagin, ursolic acid, aucubin, bethasitosterol, vitamin B1, C, A, rhinantin, kalium. Bersifat peluruh kencing, peluruh dahak, penghenti batuk, antiseptik, serta menormalkan fungsi hati.

Seluruh bagian tanaman dapat dijadikan obat, tapi yang sering dajadikan terapi adalah bijinya.

8. Kumis Kucing
Mengandung saponin, sapofonin, minyak lemak, minyak asiri, orthosiphon glikosida, zat samak, dan garam kalium. Memiliki rasa asin dan sedikit pahit dan sejuk, bersifat peluruh kencing, antiradang, penghancur batu kencing.

Semua tanaman herba ini dapat dijadikan obat, terutama daunnya.

9. Lidah Buaya (aloe vera)
Lidah buaya mengandung aloin, barbolin, isobarbolin, aleonin, dan aleosin. Rasanya pahit dan bersifat dingin. Berkhasiat sebagai antiradang, pencahar, parasitiside, dan memperbaiki pankreas.

Bagian yang digunakan adalah daun, bunga, dan akar.

10. Pare (momordica carantia L)
Mengandung karantin, hydroxytryptamine, vitamin A,B, dan C, dan juga momordisin. Rasanya pahit, bersifat dingin. Berkhasiat antiradang, menurunkan kadar glukosa darah, obat batuk, obat radang tenggorokan, rematik, dan sariawan.

Hampir semua bagian tanaman dapat dijadikan obat terutama buahnya.

11. Mengkudu (Morinda citrifolia L)
Mengandung soranjidiol, morindon, aligarin,-d-methylether, dan morindin. Buahnya mengandung alkaloid triterpenoid, daunnya mengandung askorbin, zat besi, karoten, dan zat kapur. Bunganya mengandung glikosida antrakinon. Berkhasiat penambah kekuatan tulang, penghilang hawa lembap, peluruh kencing, pembersih darah, obat batuk, antiseptik, obat cacing, dan pencahar.

Bagian yang digunakan akar, buah, daun kulit batang dan bunga.

12. Sambung Nyawa (gynura procumbens Back)
Sambung nyawa mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Bersifat netral dan dingin, berkhasiat antineoplastik dan juga menurunkan tekanan darah.

Bagian yang digunakan adalah daunnya yang masih segar.

13. Pegagan (centella asiatica L)
Mengandung asiaticoside, thankunside, isothankunside, madecassoide, brahmoside, brahmi acid, garam, madasiatic acid, pektin, gula dan vitamin B. Bersifat manis dan sejuk, berkhasiat antiinfeksi, antiracun, penurun panas, antilepra, peluruh kencing, dan antisifilis.

Seluruh bagian tanaman dapat dijadikan obat.

14. Daun Dewa (gynura segetum L)
Daun dewa mengandung minyak asiri, saponin, flavonoid, dan tanin. Bersifat netral, berkhasiat mencairkan darah beku, menstimulasi sirkulasi tubuh, menghentikan perdarahan, membersihkan racun, penurun panas,

Seluruh bagian tanaman dapat dijadikan obat terutama daunnya.

15. Daun Sembung ((blumea balsamifera I)
Mengandung minyak atsiri,  kamfer, tanin, flavonoid serta sineol dan borneol. Bermanfaat untuk mengobati rematik, masuk angin, diare,  ekspektoran dan antipiretik.

Seluruh bagian tanaman dapat dijadikan obat.

You Might Also Like:

Disqus Comments