10 Minyak Esensial Utama

10 Minyak Esensial Utama. Ketika kita hendak memakai pewangi selain dari harga, tentu hal yang paling utamakan adalah keharmonisan aroma, apakah cocok atau tidak? asli, campuran, atau palsu? bahkan apakah bisa dijadikan perawatan aromaterapi atau berefek samping?. Walau kebanyakan pemakai minyak wewangian lebih mengutamakan pada bau-nya saja. tetapi bagi pecinta aromaterapi hal yang paling diutamakan adalah keaslian, sebab jika minyak aromaterapi tersebut palsu, maka bukan kesehatan yang didapat, tapi malah efek samping dari bahan campuran kimia yang membuat kulit jadi rusak.

Sebagaimana diketahui ekstrak minyak esensial yang dapat dijadikan aromaterapi itu sangatlah sulit, kalaupun ada harganya sangatlah mahal, oleh sebab itu  banyak perusahaan yang memalsukan minyak esensial yang sulit terdeteksi, karena kesamaan aroma yang nyaris sama, dengan demikian harganya bisa lebih sedikit murah.

Bagi pemula cara untuk membedakan minyak esensial asli dan palsu adalah dengan meneteskan minyak tersebut  keatas kertas, minyak esensial akan cepat menguap dan hilang tak berbekas, jika berbekas berarti dicampur atau palsu.


Minyak esensial bukanlah minyak sebagaimana minyak sesuai arti katanya, melainkan suatu bahan yang mirip minyak karena bentuknya lebih cair daripada minyak tetapi tidak berminyak sehingga tidak meninggalkan bekas pada baju atau kertas. Minyak esensial merupakan bahan yang sangat mudah menguap-sehingga sering juga disebut volatile oil, dan sangat mudah larut dalam minyak tumbuhan maupun alkohol, tetapi tidak sama sekali larut dalam air.

Minyak esensial digunakan untuk tiga kebutuhan utama kehidupan sehari-hari, yaitu bahan pengolahan makanan, bahan kosmetika dan bahan obat-obatan. Pada pengolahan makanan, minyak esensial seperti minyak lemon, jeruk dan limau biasanya digunakan untuk penyedap rasa alami. Pada kosmetika, minyak esensial biasanya digunakan untuk pewangi. Pada dunia kedokteran, minyak esensial biasanya digunakan sebagai komposisi utama pengobatan luar, misalnya antiseptik dan bahan dasar salep.


10 Minyak Esensial Utama


Chamomile (German)


Chamomile (matricaria recutita) merupakan jenis minyak yang sangat aman dengan kualitas tinggi yang sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Ada tiga jenis minyak chamomile. Roman Chamomile, German Chamomile, dan Morocan Chamomile. Roman chamomile (chamaemelum nobile) juga disebut sebagai english chamomile atau true chamomile. Chamomile tidak hanya baik bagi manusia, tetapi juga disebut sebagai "dokter tanaman" karena dapat membantu menyuburkan tanaman lain disekitarnya, juga dapat mengobati gangguan emosional dan stres, juga dapat mengobati penyakit seperti rasa sakit, peradangan, rematik, gangguan tidur, gangguan pencernaan, gangguan menstruasi, dan banyak lagi. Selain itu minyak ini dapat dijadikan sebagai perawat kecantikan.

Cypress (Cupresus sempervirens)


Minyak cypress dikenal sebagai astringent atau deodorant. Minyak yang telah digunakan sejak zaman babilonia ini sangat aman dan tidak menimbulkan iritasi. Di timur jauh, minyak ini selalu digunakan untuk mengatasi gangguan cairan tubuh seperti keringat atau gangguan darah menstrusasi yang terlalu banyak dapat juga dijadikan obat diare, gangguan sirkulasi darah, menghilangkan rasa sakit, meningkatkan gairah, serta pada perawatan kulit sebagai antiseptik, astringent, penyegar dan skin revitalizer.

Eucalyptus (Eucalyptus globulus)


Eucalyptus atau kayu putih hampir 500 varietas jenis kayu putih yang ditemukan. Eucalyptus globulus yang dikenal minyak kayu putih Australia palig digemari. Minyak ini sangat baik digunakan untuk mengatasi gangguan hidung tersumbat, tonikum yang dapat menghilangkan rasa sakit, antiseptik, anti radang, dan juga menjauhi dari gigitan serangga.

Geranium (Pelargonium graveclens)


Geranium berasal dari Afrika dan memiliki beratus varietas, sangat baik digunakan untuk mengurangi ketegangan seperti rasa sakit kepala (tension maupun nervous headache), ketegangan pre-menstrual, dan masalah menstruasi. Minyak ini bersifat afrodisiak, baik lelaki maupun perempuan, karena baunya yang merangsang produksui hormon. Pada zaman dahulu, tumbuhan ini selalu digunakan untuk suasana yang romantis.

Minyak ini juga dapat dijadikan sebagai body-cleansing, toning, dan sharpening oil. Sangat baik dan aman dalam mengatasi gangguan kulit berminyak dan menghindari kulit rusak dari perubahan suhu dalam mempertahankan kecantikan kulit.

Juniper (Juniperus communis)


Beberapa abad yang lampau minyak ini digunakan sebagai desinfektan rumah tangga dan juga digunakan untuk merangsang kerja sistem pencernaan dan ginjal. Bersama dengan cypress dan kayu putih sangat baik dipakai untuk detoksifikasi. Minyak ini juga baik untuk mengatasi stres, kelelahan, pembangkit vitalitas, mengatasi gangguan kulit, rambut berminyak serta gangguan kulit lainnya.

Kenanga (Ylang-ylang, Cananga odorata)


Kenanga berasal dari daerah tropis dan banyak digunakan pada industri zat pewangi karena baunya yang sangat eksotik dan riwayatnya sebagai peningkat vitalitas di zaman dahulu. Minyak kenanga merupakan salah satu minyak yang sangat mahal. Walaupun kandungannya aman, bagi sebagian orang baunya dapat menimbulkan hal yang tidak menyenangkan seperti pening atau perasaan mual.

Lavender (Lavandula augustifola)


Lavender mempunyai efek relaksasi sekaligus perangsang sehingga sangat baik digunakan sebagai penyejuk pada orang yang cemas dan orang yang mengalami deperesi. Minyak lavender sangat berguna untuk mengatasi masalah pencernaan, menstruasi, influenza.serta kekuatan aromatiknya mampu mengatasi masalah sendi, sakit kepala serta lainnya.

Rosemary (Rosmarinus officinalis)


Minyak rosemary merupakan minyak esensial yang sangat penting yang dapat digunakan sebagai antiseptik dirumah. pada zaman yunani kuno, rosemary dibakar dalam rangka prosesi penyembahan Dewa. Saat ini rosemary sering digunakan sebagai penyedap makanan, terafis aromatik, perangsang vitalitas, serta untuk pengobatan lainnya.

Cendana (Sandalwood, Santalum album)


Minyak cendana atau sandalwood sangatlah susah didapatkan karena santalum album yang dapat menghasilkan minyak setelah pohon tersebut berumur 30 tahun sehingga harganya sangat mahal sekali dan sulit diperoleh. Bersama dengan Eucalyptus dan juniper, minyak ini mempunyai efek stimulasi sekaligus efek relaksasi, disamping mempunyai khasiat lain yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan.

Tea tree (Melaleuca alternifolia)


Minyak ini sangat disukai oleh ahli aromaterapi karena mempunyai efek kerja terhadap tiga jenis mikroorganisme yang menggangu manusia yaitu bakteri, virus, dan jamur. Seperti minyak kayu putih, tea tree digunakan oleh suku aborigin sebagai cleanser dan pengobat luka.

Disqus Comments