Mengatasi Diare pada Anak

Mengatasi Diare pada Anak. Anak dinyatakan menderita diare (mencret) bila buang air besarnya lebih encer dan lebih sering dari biasanya. Diare sangat sering terjadi pada bayi dan anak-anak, dan seringkali bukanlah masalah yang serius terutam jika ditangani secara tepat dan cepat. Diare akan menjadi masalah serius apabila tidak ditangani secara cepat, sehingga menyebabkan terjadinya dehidrasi/kekurangan cairan.

Pada bayi dan anak, pola BAB yang normal tergantung dari 2 hal, yaitu frekuensi dan konsistensi.
  • Frekuensi : Pada bayi yang baru lahir beberapa bulan, frekuensi BAB berkisar antara 3-8 kali/hari. Pada anak yang lebih besar frekuensi BAB yang normal antara 1-2 kali sehari.
  • Konsistensi : Pada bayi yang baru lahir beberapa bulan tinjanya berwarna kuning kehijauan dan kadang seperti mengandung biji-bijian. Konsistensi tinja pada anak-anak sangat dipengaruhi oleh pola makan mereka sehari-hari. setiap perubahan pada konsistensi tinja ini perlu mendapat perhatian orang tua. Darah pada tinja selalu menandakan ada sesuatu yang tidak beres pada bayi.



Penyebab Diare
Penyebab diare sangat bermacam-macam mulai dari virus, bakteri, parasit, penggunaan antibiotik, hingga pola makan yang tidak tepat. Penyebab umum diare adalah infeksi virus (jenis rotavirus), sehingga diare biasanya menular melalui tangan ke mulut. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat juga dapat menyebabkan diare, karena itu ingatlah antibiotik hanya digunakan untuk mengobati infeksi bakteri, bukan virus. terlalu sering mengonsumsi sirup atau jus juga dapat menyebabkan diare pada anak.

Diare dapat menyebabkan beberapa hal yang berbahaya terutama bila diare cukup berat yaitu : Dehidrasi/kerukarangan cairan, Gangguan keseimbangan elektrolit di dalam tubuh, dan Syok.


Gejala Anak Terkena Diare
Tanda dan gejala diare, selain diare itu sendiri ditentukan oleh penyebab diarenya.
  • Apabila diare disebabkan oleh virus, maka tanda dan gejala umumnya adalah : diare yang menyemprot, muntah-muntah, demam yang tidak terlalu tinggi, dan kehilangan nafsu makan. Diare akibat infeksi virus tidak merespon pemberian antibiotik bahkan diarenyapun memburuk.
  • Apabila diare disebabkan oleh infeksi bakteri maka tanda dan gejala umumnya adalah: Diare yang tidak menyemprot, berbau busuk, sakit perut, demam yang tinggi (>39 C), dan terkadang terdapat darah pada tinjanya. Pemberian antibiotik sebaiknya atas saran dari dokter.
Diare yang disebabkan oleh parasit lebih jarang terjadi. Diare karena sebab-sebab lainnya seperti gangguan antibiotik dan pola makan yang tidak tepat biasanya ringan saja.

Dehidrasi Karena Diare
Diare menyebabkan bertambahnya pengeluaran cairan dari dalam tubuh bayi dan anak. Anak-anak sangat rentan kekurangan cairan/dehidrasi. Perhatikan apakah ada tanda-tanda bahwa anak kekurangan cairan atau tidak. Tanda-tandanya adalah : bayi terlihat lebih lemas dan tidak aktif, bila menangis sangat sedikit/tidak ada air matanya, ubun-ubun mencekung kedalam, nafasnya menjadi lebih cepat, bibir kering, tangan dan kaki menjadi lebih dingin, dan pengeluaran air seni yang lebih sedikit.

Hal yang dilakukan Bila Anak Diare
Diare pada anak umumnya termasuk penyakit ringan yang dapat sembuh sendiri (self limiting disease). Dengan memberikan anak cairan lebih banyak dan pola makan yang teratur, serta istirahat yang cukup, umumnya anak akan sembuh dengan sendirinya. Selain itu, lakukan beberapa langkah berikut ini :
  1. Berikan makanan yang biasa dimakan bila anak tidak kekurangan cairan/dehidrasi. Bila ada tanda-tanda dehidrasi, segera berikan terapi rehidrasi oral (oralit) yang dijual bebas di apotek. Pemberian oralit diberikan sesering mungkin setiap kali diare dan diberikan sedikit-sedikit sehingga anak tidak muntah.
  2. Jangan berikan obat-obat lainnya termasuk anti diare, apalagi antibiotik yang dapat memperberat diarenya (kecuali atas petunjuk dokter)
  3. Tetap berikan ASI seperti biasanya.

Disqus Comments