Mengenal Herpes Zoster

Mengenal Herpes Zoster. Herpes Zoster (HZ) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Virus varicella-zoter yang menginfeksi anak pada umunya akan menyebabkan cacar air (Baca cacar air pada anak). Meskipun cacar air telah sembuh, ada bagian virus kecil yang tidak mati. Virus berubah menjadi tidak aktif didalam tubuh (dorman), dan sewaktu-waktu ketika tubuh dalam keadaan tidak sehat (biasanya bertahun-tahun kemudian), virus dapat aktif kembali dan menyebabkan penyakit herves-zoter (HZ). Herves zoster sering menyerang anak yang menderita cacar air saat berusia kurang dari 1 tahun. Penyebab aktif kembali virus tersebut didalam tubuh belum diketahui.

Tanda dan Gejala Herpes Zoster pada Anak



Tanda dan gejala herpes zoster pada anak cukup khas yaitu timbulnya gelembung-gelembung bernanah pada sebagian sisi tubuh saja (bisa kiri atau kanan) dan biasanya mengenai daerah dada dan perut (meskipun bisa mengenai punggung, paha, tangan, atau kaki). Gelembung timbul mengikuti daerah persarafan tertentu pada kulit dan biasanya sangat myeri, merah, dan terasa panas. Umumnya gelembung tersebut akan menghilang dalam waktu 2-3 minggu. Gejala dan tanda lainnya dapat berupa :

  • Demam
  • sakit perut
  • Sakit Kepala
  • Nyeri pada persendian
  • Kesulitan menggerakan beberapa otot pada wajah.

Anak bisa terkena herpes zoster meskipun belum pernah terkena cacar air. Kejadian ini sebetulnya jarang terjadi dan biasanya terjadi karena penularan langsung dari virus tersebut yaitu melalui udara (percikan air liur).

Penanganan Herpes Zoster pada Anak
Selain dari riwayat penyakit, penyakit herpes zoster cukup mudah dikenali, karena gelembung kulit yang timbul tersebut umumnya bergerombol disatu daerah saja dan gelembung tersebut terlihat kemerahan dan terasa nyeri.

Pada umumnya herpes zoster dapat sembuh dengan sendirinya. Herpes zoster pada anak jarang menimbulkan komplikasi yang serius. Dokter akan memberikan obat antiviral seperti acylovir untuk mengurangi nyeri dan mempercepat masa penyembuhan. Selain itu, dokter juga akan memberikan obat-obatan penahan rasa sakit dan penurun panas (sirup parasitamol). Antibiotik tidak diperlukan pada keadaan ini, karena penyebab penyakit ini adalah virus, bukan bakteri. Jangan lupa memberikan anak cairan yang cukup agar anak tidak kekurangan cairan (dehidrasi).

Pastikan anak beristirahat lebih banyak karena berguna untuk mempercepat penyembuhan. Kompres dengan air dingin didaerah gelembung mungkindapat mengurangi rasa sakitnya. Imunisasi varisela sudah tersedia di Indonesia. Vaksin diberikan 2 kali yaitu saat usia 12-15 bulan dan diulang saat usia 4-6 tahun.

Subscribe to receive free email updates:

9 Responses to "Mengenal Herpes Zoster "

  1. Jadi walaupun udah pernah kena cacar air tetap bisa kena herpes zoster, hmm... penyakit memang tidak bisa dianggap remeh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. tetap harus siaga ya mas terhadap penyakit..

      Delete
  2. penyakit ini bisa melanda anak balita juga kah,hmmm mesti hati - hati ya jeng...trus ternyata kjadianya mirip sama org yang terkena cacar air..thanks banget dah kasih info ini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang hampir kebanyakan terkena cacar air terlebih dahulu mas..

      Delete
  3. saya suka baca artikel tentang herpes ini. seingat saya herpes dibagi 2 tapi saya lupa lagi apa diantaranya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. secara garis besar ada 2 herpes kulit, herpes zoster dan herpes simpleks, yang diatas mengenai herpes zoster mas..

      Delete
  4. Teh santika apa benar semua orang akan mengalami yang namanya penyakit cacar dan sekali seumur hidup katanya, apa bener itu? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kaya nya bner wid,kamu blum pernah cacar ya?tungguin dah :D

      Delete
    2. 75% masyarakat pernah tertimpa cacar air, dan yang sudah pernah mengalaminya dianggap sudah kebal dan tak perlu vaksin lagi, kitu cnah mba wida.. dan yang belum pernah mengalami dianjurkan untuk menjauhi kontak langsung dengan penderita..

      Delete