Mengenal Anemia Defisiensi Besi pada Anak

Mengenal Anemia Defisiensi Besi pada Anak. Anemia defisiensi besi merupakan salah satu permasalahan nutrisi yang paling sering muncul didunia. WHO (badan Kesehatan Dunia) memperkirakan jumlah orang penderita anemia berkisar 500 juta samapai 2 milyar orang. Dinegara berkembang, sekitar 50% anak-anak dan wanita hamil menderita anemia defisisensi besi. Pada anak, defisiensi besi merupakan penyebab utama anemia dan terjadi pada awal kehidupan hingga usia 2 tahun, karena pada usia tersebut terjadi pertumbuhan yang pesat dan pemasukan zat besi tidak mencukupi. zat besi berperan dalam tubuh manusia yaitu untuk membentuk sel darah merah serta untuk mengangkut oksigen dalam tubuh. Tubuh menyimpan zat besi didalam hemoglobin. Apabila tubuh kekurangan zat besi maka jumlah sel darah merah akan turun dan akhirnya terjadi anemia.


Penyebab Anemia Defisiensi Besi


Penyebab anemia defisiensi besi bermacam-macam, yaitu :

  • Lahir dari ibu yang menderita anemia defisiensi besi atau bayi lahir prematur.
  • Kehilangan darah yang cukup besar (blood loss), misaknya karena trauma atau muntah darah.
  • Kurang mengonsumsi zat besi.
  • Tubuh mengalami gangguan penyerapan zat besi.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentuu seperti aspirin, atau obat-obatan AINS (anti implamasi non steroid).

Mendeteksi Anemia Defisiensi Besi Pada Anak
Anak menderita anemia defisiensi besi baiasanya lebih cepat lelah, pucat, lesu, dan tidak bersemangat. Biasanya anak akan kehilangan nafsu makan dan tidur terus menerus. Kondisi anemia yang parah akan memperlambat pertumbuhan, menjadikan lidah membesar, kuku berbentuk rata dan seperti sendok, bahkan dapat menyebabkan gagal jantung. Untuk mendiagnosis anemia perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium. Kadar hemoglobin (HB) dan besi (FE) yang rendah, TIBC (Total Iron Binding capacty) yang meningkat, serta kadar feritin yang rendah menandakan adanya anemia defisiensi besi pada anak.

Akibat Defisiensi pada Bayi dan anak
Bayi dan anak dengan anemia defisiensi besi, menurut beberapa penelitian akan mengalami penurunan fungsi kognitif yang ditamndai dengan rendahnya nilai IQ pada bayi dan anak (IQ lebih rendah sekitar 12 poin dibandingkan dengan anak normal).

Konsultasikan keadaan anak anda dengan dokter. Dokter akan memberikan anjuran makanan yang kaya zat besi dan bila perlu ditambahkan suplemen zat besi dalam bentuk tablet/sirop. Pemberian suplemen zat besi biasa diberikan dalam waktu kurang lebih 3 bulan untuk mengembalikan kadar hemoglobin kebatas normal serta untuk menggantikan cadangan besi dalam tubuh.

Makanan yang kaya zat besi
Makanan yang kaya akan zat besi antara lain adalah : Ikan, telur, daging sapi, ayam, bayam, brokoli, dan hati. Susu sapi sebenarnya mengandung zat besi yang lebih tinggi dibandingkan ASI, tetapi hanya 10% yang akan diserp oleh tubuh sehingga tubuh akan tetap kekurangan zat besi.

Cara Mencegah Anemia Defisiensi Besi 
untuk mencegah anemia defisiensi besi pada bayi dan anak, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjamin pemasukan zat besi yaitu :
  1. Berikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama setelah lahir.
  2. Untuk bayi berusia kurang dari satu tahun yang tidak mendapat asi, sebaiknya berikan susu formula dengan kandungan zat besi 12 ng/L.
  3. Pada usia 6 bulan keatas berikan serial pada anak dengan tambahan zat besi serta vitamin C secukupnya untuk membantu penyerapan zat besi.
  4. Diatas usia 6 bulan pertimbangkan juga untuk memberikan anak bubur dengan daging yang dihaluskan. 

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Mengenal Anemia Defisiensi Besi pada Anak"

  1. Penyakit anemia bisa disebabkan karena keturunan yah. Wah berarti kalau anak yg ber IQ rendah, bisa jadi karena kurang darah...jadi di anjurkan makan makanan yang memiliki zat besi tinggi..

    ReplyDelete