Mengatasi dan Mencegah Ruam Popok pada Bayi

Mengatasi dan Mencegah Ruam Popok pada Bayi. Ruam popok adalah ruam yang terjadi pada daerah sekitar pantat karena pemakaian popok yang jarang diganti, terlalu ketat, atau terlalu lama. Biasanya ruam tersebut tidak berbahaya, tetapi dapat menimbulkan rasa nyeri dan menyebabkan kegelisahan pada anak dan orang tuanya. Ruam sendiri dapat diartikan sebagai daerah kulit yang kemerahan dengan rasa nyeri dan iritasi. Ruam popok sering terjadi pada bayi yang menggunakan popok, biasanya terjadi pada anak yang berusia 2 tahun, dengan puncaknya antara usia 8 bulan hingga 10 bulan.


Mengatasi dan Mencegah Ruam Popok pada Bayi




Penyebab Ruam Popok
Penyebab ruam popok sangat bervariasi mulai dari alergi, gesekan, infeksi, oleh jamur, infeksi oleh bakteri. Gejala biasanya diperparah atau dipicu oleh sabun atau bedak yang tidak cocok. Ruam popok cepat terjadi pada bayi yang lama dengan popok yang basah karena air seni atau tinjanya.

Tanda dan Gejala Ruam Popok
Ruam popok mudah terdeteksi. Tanda dan gejala bayi terkena ruam popok adalah daerah yang tampak kemerahan disekitar tempat pemakaian popok, kulit menjadi perih, bayi menjadi sangat rewel dan tidak tenang. Bila tidak diobati bisa menimbulkan luka peluh yang kecil dan akan semakin parah. Terkadang dapat terjadi ruam popok yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Ruam popok akibat candida biasanya ditandai dengan kulit kemerahan, agal menonjol sedikit (seperti biduran), dan ada bintik-bintik kecil didaerah luka. Pada ruam popok akibat janur candida albicans ini, biasanya proses penyembuhannya membutuhkan waktu yang lebih lama.

Mengatasi Ruam Popok
Ruam popok termasuk penyakit yang ringan dan umumnya akan menghilang setelah 2-3 hari dengan penanganan yang tepat. Bila bayi terkena ruam popok, orang tua dapat melakukan beberapa hal untuk mengatasinya.

  • Gantilah popok lebih sering. Jangan biarkan popok bayi basah karena air seni atau tinja terlalu lama.
  • Orang tua dapat memberikan krim antiseptik untuk membersihkan dan meringankan perih disekitar pantat bayi.
  • Bila ada kesempatan untuk tidak menggunakan popok, manfaatkanlah. Hal ini dapat membantu mempercepat proses pemulihan kulit bayi Anda.
  • Bila dirasa perlu. dokter akan memberikan krim yang mengandung zinc, steroid, anti jamur, atau antibiotik, tergantung keadaannya. Selalu konsultasikan pemberian krim dengan dokter.

Cara Mencegah Ruam Popok
Cara terbaik adalah dengan menjaga kebersihan popok bayi. Selalu perhatikan apakah popoknya kering dan bersih. Sering-seringlah menggnati popoknya dengan yang baru (sebaiknya tidak lebih dari 3 jam untuk setiap popok). Cara lainnya adalah dengan :

  • Memilih popok yang tepat. Ada banyak jenis popok yang beredar dipasaran, mulai dari popok kain, popok disposable, dan popok reusable. Konsultasikan dengan dokter untuk pemilihgan popok yang tepat.
  • Bersihkan area kulit sekitar pantat bayi dengan air hangat dan sabun yang hipoalergenik (tingkat alergen rendah).
  • Biarkan bayi untuk tidak menggunakan popok untuk beberapa jam dalam sehari. Hal ini membantu pernapasan kulit bayi.
  • Perhatikan kebersihan orang tua dan bayi. Sebaiknya orang tua mencuci tangannya sebelum dan sesudah mengganti popok.
  • Pemberian krim dengan kandungan zinc (zn) dapat mengurangi kontak antara kulit dengan air seni atau tinja.

Jagalah agar popok bayi selalu kering dan bersih untuk mencegah terjadinya ruam popok pada bayi. Sebaiknya popok diganti 3 jam sekali. meskipun produk popok mengklaim dapat digunakan lebih dari 3 jam.

Subscribe to receive free email updates:

14 Responses to "Mengatasi dan Mencegah Ruam Popok pada Bayi"

  1. Jenis popoknya juga berpengaruh teh, popok yang bagus yang menyerap sempurna. biasa orang tua juga memakaikan popok ke anaknya di malam hari agar tidak mengotori kasur tapi lebih baik tidak di pakaikan popok tapi melapisi kasur dengan tikar plastik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul kang mas, jika ada kesempatan untuk tak memakaikan popok pada bayi sebaiknya tidak dipakaikan ya..

      Delete
  2. sangat bermanfaat sekali bagi ibu-ibu dan bapak yang memiliki balita, bahwa Ruam ini sangat perlu jadi perhatian dan jangan di sepelekan,cobaliat contoh ruam pada gambar di atas itu tuh...kesianan banget kan kalau balita kesayangan kita kena ruam, makanya baca dengan seksama artikel ini dan laksanakan tips nya yah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi betul kang, sepertinya sepele, tapi jika sudah ruam-ruam pada kulit, kita kasian lihat bayinya.. nuhun ya..

      Delete
  3. Agak ribet juga ya kalau harus ganti popok tiap 3 jam, tapi demi kesehatan baby apapun kan dilakukan ortu ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepertinya ribet, apalagi jika sedang bepergian ya mas..

      Delete
  4. Wah, tipsnya bagus nih mbak buat ibu-ibu ataupun calon ibu-ibu nantinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bapak-bapak juga bagus kok, untuk pengajaran terhadap istrinya hehe

      Delete
  5. owh, Ruam itu kulitnya seperti kena iritasi gitu ya teh, saya kira kalo sering merah gitu karena biang keringat atau apa gitu. Makasih teh tips nya :)

    ReplyDelete
  6. begitu ya teh cara mengatasinya .. pelajaran baru nih teh buat aku nanti kalo udah nikah jadi tahu hehehe terimakasih infonya .

    ReplyDelete
  7. Keponakan saya juga terjadi seperti ini teh, area sekitar kemaluan nya merah, seperti alergi. lalu dibawa ke dokter, katanya gak cocok popoknya...kulit bayi lebih sensitif. tapi popoknya diganti kalau mau mandi pagi dan sore aja... tidak setiap 3 jam sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul yah, setiap setelah mandi lebih praktis dan tak ribet ya mas.. Anjuran 3 jam sekali itu tips sehat terbaik, namun sangat ribet mahal hehe..

      Delete